BAB II
PEMBAHASAN
Komunikasi
massa merupakan sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial
ke arah suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu,
efek atau hasil yang dapat dicapai oleh komunikasi yang dilaksanakan melalui
berbagai media (lisan, tulisan, visual/audio visual) perlu dikaji melalui
metode tertentu yang bersifat analisis psikologis dan analisis sosial. Yang
dimaksud dengan analisis psikologi adalah kekuatan sosial yang merupakan hasil
kerja dan berkaitan dengan wtak serta kodrat manusia.
Donald
K Robert mengungkapkan, “efek hanyalah perubahan perilaku manusia setelah
diterpa pesan media massa”. Oleh karena fokusnya adalah pesan, maka efek harus
berkaitan dengan pesan yang disampaikan oleh media massa. Dalam proses
komunikasi, pesan dalam media massa dapat menerpa seseorang baik secara
langsung mapun tidak langsung. Oleh karena itu, Stamm menyatakan “efek
komunikasi massa terdiri atas primary effect dan secondary effect.
Menurut
Steven M Chaffee, efek media massa dapat dilihat dari tiga pendekatan.
Pendekatan pertama adalah efek dari media massa yang berkaitan dengan pesan
ataupun media itu sendiri. Pendekatan kedua adalah dengan melihat jenis
perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa
perubahan sikap, perasaan dan perilaku atau atau dengan istilah lain dikenal
sebagai observasi terhadap khalayak (individu, kelompok, organisasi, masyarakat
atau bangsa) yang dikenai efek komunikasi massa.
1.
Efek Kehadiran Media Massa
Mc Luhan mengemukakan media is the message, media adalah pesan itu sendiri. Oleh karena itu, bentuk media saja sudah mempengaruhi khalayak. Menurut Steven M. Chaffee, ada lima jenis efek kehadiran media massa sebagai benda fisik, yaitu :
Mc Luhan mengemukakan media is the message, media adalah pesan itu sendiri. Oleh karena itu, bentuk media saja sudah mempengaruhi khalayak. Menurut Steven M. Chaffee, ada lima jenis efek kehadiran media massa sebagai benda fisik, yaitu :
a.
Efek Ekonomi, kehadiran media massa
memberikan berbagai usaha produksi, distribusi, dan konsumsi jasa media massa.
b.
Efek Sosial, berkatian dengan
perubahan pada struktur atau interaksi social sebagai akibar dari kehadiran
media massa
c.
penjadwalan Kegiatan Sehari-hari,
Kehadiran media massa membuat aktivitas sehari-hari berpangaruh terhadap adanya
media. Di pagi hari, biasanya masyarakat kota membaca Koran dahulu, Di malam
hari, dimana anak-anak seharusnya tidur, tapi malah menonton tv.
d.
Efek Hilangnya Perasaaan Tidak
Nyaman, orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya dengan
tujuan untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman, perasaan kesepian, marah, kesel,
kecewa dan sebagainya.
e.
Efek menumbuhkan Perasaan Tertentu,
terkadang seseorang akan mempunyai perasaan positif atau negative terhadap
media tertentu. Misalnya orang akan mempunyai perasaan positif terhadap Koran
Kompas dari pada Koran Pos Kota. Tumbuhnya perasaan senang atau percaya pada
suatu media massa tertentu erat kaitannya dengna pengalaman individu bersama
media massa tersebut.
2.
Efek Pesan
Dalam bagian ini akan dibahas mengenai efek pesan media
massa yang meliputi efek kognitif, efek afektif, efek behavioral.
a.
Efek Kognitif
Akibat yang timbul pada diri komunikasn yang sifatnya
informative bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang
bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang
bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya.
Dengan berlangganan Koran Pos Kota, kita akan menduga bahwa
dunia ini dipenuhi denga tindakan perkosaan, penganiyaan dan criminal. Dengan
melihat acara criminal di televisi, kita cenderung mengatakan bahw di sekitar
kita sudah tidak aman lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa naik surat kabar
maupun televise dapat menonjolkan situasi atau orang tertentu di atas situasi
atau orang yang lain.
Media massa melaporkan dunia nyata secara selektif, maka
sudah tentu media massa akan mempengaruhi pembentukan citra tentang lingkungan
social yang timpang, bias dan tidak cermat. Media massa melaporkan dunia nyata
secara selektif maka sudah tentu media massa akan mempengaruhi pembentukan
citra tentang lingkungan social yang timpang, bias dan tidak cermat.
Efek Prososial Kognitif adalah bagaimana media massa
memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat. Bila televise menyebabkan
kita lebih mengerti tentang bahasa Indonesia yang baik da benar, maka televisi
telah menimbulkan efek prososial kognitif. Film Sesame Street yang dirancang
para pendidik, psikolog dan ahli media massa. Setelah melalui berbagai
penelitian, terbukti film ini telah berhasil mempermudah proses belajar.
b.
Efek Afektif
Efek ini kadarnya lebih tingga daripada efek kognitif.
Tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang
sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan
perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Kegembiraan juga tidak dapat diukur dengan tertawa keras
ketika menyaksikan adegan lucu. Tetapi para peneliti telah berhasil menemukan
faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media
massa. Faktor-faktor tersebut antara lain :
-
Suasana emosional, menonton sebih
sinetron di televisi atau membaca novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional
kita. Adegan-adegan lucu akan menyebabkan kita tertawa terbahak-bahak bila kita
menontonnya dalam keadaan senang.
-
Skema Kognitif, merupakan naskah
yang ada dalam pikiran kita yang menjelaskan tentang alur peristiwa. Kita tau
bahwa dalam sebuah film action ‘sang jagoan; pada akhirnya akan menang
-
Suasana Terpaan (Setting Exposure),
Tayangan misteri di tv, membuat kita berpikir bahwa kehidupan mahluk itu adalah
sebagaimana yang kita lihat dalam film atau sinetron tersebut.
-
Predisposisi Individual, mengacu
pada karakteristik khas individu. Orang yang melankolis cenderung menanggapi
trahdi lebih emosional daripada orang yang periang. Orang yang periang akan
senang bila melihat adegan-adegan lucu atau film komedi daripada orang yang
melankolis. Beberapa pnelitian membuktikan bahwa acra yang sama bisa ditanggapi
berlainan oleh orang-orang yang berbeda.
-
Faktor Identifikasi, menunjukkan
sejauhmana orang merasa terlibat dengan tokoh yang ditonjolkan dalam media
massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau pendengar menempatkan
dirinya dalam posisi tokoh tersebut.
c.
Efek Behavioral
Merupakan akibat yang timbul pada
diri khalayak dalam bentuk prilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan di
TV membuat orang menjadi beringas. Siaran memasak di tv membuat ibu-ibu lebih
gemar memasak dan kreatif. Namun ada juga laporan bahwa, televise gagal
mendorong pemirsanya untuk menabung di Bank. Film tidak sanggup memotivasi
remaja perkotaan untuk menghindari pemakaian obat-obat terlarang.
Mengapa terjadi efek yang berbeda?
Belajar dari media massa tidak bergantung hnaya pada unsure stimulus yang ada
pada media massa saja. Kita memerlukan teori, menuut teori belajar Sosial dari
bandura, orang cenderungmeniru prilaku yang diamati. Stimulus menjadi teladan
untuk perilakunya. Penyajian kekerasan dalam media massa menyebabkan orang
melakukan kekerasan pula. Jadi sejauh ini, tampaknya teori belajar sosial dapat
diandalkan untuk menjelaskan efek behavioral media massa.
v Dampak Sosial Media Massa
Media massa secara pasti mempengaruhi pemikiran dan tindakan
khalayak. Media membentuk opini public untuk membawakannya pada perubahan yang
signifian. Kampanye nasional larangan merokok di tempat-tempat umum memiliki
kekuatan pada pertengahan tahun 1990-an dengan membanjirnya berita-berita
tentang bahaya merokok bagi perokok pasif. Disini secara instant media massa
dapat membentuk kristalisasi opini public untuk melakukan tindakan tertentu.
Kadang-kadang kekuatan media massa hanya sampai pada ranah tertentu.
Dominick menyebutkan tentang dampak komunikasi massa pada pengetahuan, persepsi dan sikap orang-orang. Media massa, terutama televisis yang menjadi agen sosialiasasi (penyebaran nilai-nilai) memainkan peranan penting dalam transmisi sikap, persepsi dan kepercayaan.
Dominick menyebutkan tentang dampak komunikasi massa pada pengetahuan, persepsi dan sikap orang-orang. Media massa, terutama televisis yang menjadi agen sosialiasasi (penyebaran nilai-nilai) memainkan peranan penting dalam transmisi sikap, persepsi dan kepercayaan.
Ø Komunikasi
Massa yang ada di Bengkulu
a.
Bengkulu Ekspress
Harian Bengkulu Ekspress adalah surat kabar harian grup Jawa Pos di provinsi Bengkulu, Indonesia dengan
segmentasi pemberitaan bisnis dan pendidikan berbahasa Indonesia yang diterbitkan sejak tahun 1999. Harian
Bengkulu Ekspress diterbitkan oleh PT Media Bengkulu Ekspress yang merupakan
anak perusahaan Jawa Pos di Sumatera Bagian Selatan. General Manajer Sukatno
SPd, Pimpinan Perusahaan adalah M. Firdaus SP MM Pemimpin Redaksi saat ini
adalah Suherdi Marabillie dan Redaktur Pelaksana M Haijir Tahwan.
Harian Bengkulu
Ekspress saat ini telah menyebar ke seluruh Provinsi Bengkulu. Oplah terbesar
di Kota Bengkulu. Kemudian menyebar di delapan kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu,
yakni Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, Bengkulu
Tengah, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.
Awalnya, koran
ini berkantor di kantor milik Pemerintah Provinsi Bengkulu di Jalan Basuki
Rahmat, namun saat ini berkantor di Jalan Jati No 129 Kota Bengkulu. Koran yang
fokus pada berita bisnis, ekonomi, dan pendidikan ini telah memiliki gedung
sendiri yang diberinama Graha Pena Bengkulu Ekspress.
Profil pembaca Bengkulu Ekspress:
- 70,4% Pelanggan
- 58,7% Berjenis kelamin pria
- 59,4% Dalam usia produktif (25-44 tahun)
- 45,5% ? Berpendidikan tinggi (54% berpendidikan Sarjana dan 13,5% Pasca Sarjana)
- 35,9% Kalangan pengambil keputusan
- 15,0% Bekerja di perusahaan swasta dan ritel
Edisi Elektronik
Harian Bengkulu
Ekspress juga dapat diakses secara online di www.bengkuluekspress.com dengan
layanan format digital edisi cetak serta breaking news. Situs
www.bengkuluekspress.com diluncurkan pertama kali pada April 2007 dengan
menyajikan format digital dari cetak Harian Bengkulu Ekspres. Kami kru Harian
Bengkulu Ekspress dibawah Bendara Jawa Pos Group telah memiliki Graha Pena yang
dibalut dengan Kaca warna Biru. Hampir dipastikan masyarakat tahu tentang Graha
Pena yang letaknya tepat di persimpangan Simpang Skip Kota Bengkulu. Letak yang
amat strategis ini mendorong seluruh awak Bengkulu Ekspress untuk terus
berbenah ke arah lebih baik. Bagi saudara2 yang melintas di Simpang Skip untuk
tidak lupa memandang kemegahan Graha Pena dan kami sangat bangga andaikan bisa
mampir. Terima kasih
b.
ESA TV
stasiun tv yang paling menjadi favorit memang adalah tv
lokal. Entah itu BTV (Bengkulu TV), ESA TV, RBTV (Rakyat Bengkulu TV), ataupun
TVRI Bengkulu. Bukannya apa, melihat daerah sendiri muncul dalam layar kaca
adalah satu hal yang menarik untuk ditonton. Dan mungkin sedikit naif, kalaupun
salah satu dari tv lokal itu sedang liputan di daerah tertentu berharap kita
muncul di layar kaca.
Jika anda yang berada di daerah kota Bengkulu pasti sudah
tidak asing dengan tv lokal yang satu ini. Mengudara hampir 1 tahun di wilayah
Bengkulu namun sudah mendapat hati di para penontonnya. Saya rasa tidak
berlebihan saya berikan pujian ini. Disaat tv lokal lainnya yang menjadikan
berita berbau “pemerintah daerah” sebagai komoditas penjualan. ESA TV mempunyai
program yang unik dan kreatif untuk ukuran tv lokal. Kalau boleh di
mirip-miripkan tayangan di ESA TV lebih mengarah ke TRANS Corp. Di mana acara
reportase yang up to date mengenai wisata lokal Bengkulu maupun wisata
luar Bengkulu menjadi tontonan yang menarik.
Sebagai TV berjaringan, ESA TV merupakan TV afiliasi bersama
Fu Jian TV, yaitu TV Lokal di Propinsi Fu Jian, Cina, yang menghadirkan ragam
program menarik dan diharapkan menjadi jembatan transformasi 2 kebudayaan,
Indonesia dan Cina.Sebagai TV berjaringan, ESA TV merupakan TV afiliasi bersama
Fu Jian TV, yaitu TV Lokal di Propinsi Fu Jian, Cina, yang menghadirkan ragam
program menarik dan diharapkan menjadi jembatan transformasi 2 kebudayaan,
Indonesia dan Cina
Dengan target segmentasi penonton All people dan 15-50
tahun, ESA TV mencoba menghadirkan ragam pilihan tayangan televisi bermutu,
informatif, edukatif, serta menghibur pemirsa. ESA TV mengudara di wilayah kota
Bengkulu di Awal Januari 2011. Berikutnya, ESA TV segera akan mengudara melalui
satellite dan tv kabel untuk mengakomodir viewers di Cina dan seluruh Asia
Tenggara.
ESA TV mengudara
di Kota Bengkulu melalui channel / frekuensi 32 UHF dan dapat juga diakses di
kota lainnya hingga ke 185 negara secara streaming melalui mivo.tv. Berikut ini
beberapa program ESA TV : Bingkai wisata, cemail cemil, potret nusantara,
jurnal flash dan lainnya.
Kominkasi massa yang saya sebutkan
di atas tadi merupakan beberapa komunikasi massa yang ada di Bengkulu yang
mulai berkembang dan meluas di daerah Bengkulu ini. Masih banyak lagi media
massa atau komunikasi massa yang ada di Bengkulu ini misalnya Bengkulu TV,
Radio-radio dan media cetak lainnya . perkembangannya pun cukup cepat meluas
dan sangat di manfaatkan oleh masyarakat Bengkulu sendiri. Mereka mencari
hiburan dan informasi mengenai kehidupan diluar melalui media cetak maupun
elektronik.
c.
Radar Bengkulu
Radar Bengkulu adalah Surat Kabar Harian (SKH) yang berpusat di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Radar
Bengkulu merupakan salah satu harian dengan oplah terbesar di Kota Bengkulu.
Sirkulasi Radar Bengkulu menyebar di beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu,
antara lain Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong dan
Seluma.
Radar Bengkulu
didirikan oleh PT. Wahana Semesta Radar Kota Bengkulu melalui Rakyat Bengkulu
Media Group (Jawa Pos Group) dan
terbit perdana pada 28 Februari 2010. Sejak pertama
kali terbit Radar Bengkulu hanya memiliki oplah sekitar 1000 eksemplar saja.
Namun, waktu itu Radar Bengkulu adalah satu-satunya surat kabar di Bengkulu
yang berani menggiring perkara dugaan korupsi Gubernur Bengkulu saat itu
Agusrin M Najamudin ke meja hukum, sehingga kehadiran Radar Bengkulu disambut
baik kalangan akdemis dan mahasiswa di Kota Bengkulu.
Saat ini, Radar Bengkulu telah menyebar menjadi koran
dengan sebaran yang lebih luas, tidak hanya beredar di Kota Bengkulu, namun ke
beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu. Radar Bengkulu juga merupakan koran
dengan pembaca online terbesar di Provinsi Bengkulu yang memiliki penggemar
Facebook lebih dari 4.500.
d.
Radio
Media massa
dapat dibedakan kedalam media elektronik seperti : Radio, TV, Film dan media
cetak seperti : Surat kabar, Majalah, Pamflet, Buku dan lain-lain. Radio
sebagai salah satu media massa memiliki karakteristik cepat dalam menyampaikan
pesan, luas jangkauannya dalam arti tidak mengenal medan, tidak terikat waktu,
ringan dan dapat dibawa kemanapun, murah dan tidak memerlukan banyak
konsentrasi karena radio hanya untuk didengarkan.
Menurut
Peraturan Pemerintah No : 55 tahun 1977 , Radio Siaran adalah pemancar radio
yang langsung ditujukan kepada umum dalam bentuk suara dan mempergunakan
gelombang radio sebagai media. (Effendy, 1983:187) Ciri khas berita radio selain menyajikan uraian fakta dan pendapat
yang disampaikan reporter, juga terselip pendapat yang diucapkan sendiri oleh
narasumber. Dengan demikian, reporter radio dan penyusun naskah berita radio
dituntut memiliki keterampilan di dalam mengkombinasikan uraian fakta, uraian
pendapat, dan pendapat narasumber yang berhasil direkam. Pendapat narasumber ini
tidak perlu seluruhnya dimasukkan, tetapi dipilih secara tepat, khususnya yang
ada relevansi dengan alur topik bahasan.
Media massa
dapat dibedakan kedalam media elektronik seperti : Radio, TV, Film dan media
cetak seperti : Surat kabar, Majalah, Pamflet, Buku dan lain-lain. Radio
sebagai salah satu media massa memiliki karakteristik cepat dalam menyampaikan
pesan, luas jangkauannya dalam arti tidak mengenal medan, tidak terikat waktu,
ringan dan dapat dibawa kemanapun, murah dan tidak memerlukan banyak konsentrasi
karena radio hanya untuk didengarkan.
ü Radio Siaran
Keunggulan
radio siaran adalah berada dimana saja. Radio mempunyai kemampuan menjual bagi
pengiklan yang produknya dirancang khusus untuk khalayak tertentu.
-
Radio
Siaran di Indonesia
1.
Zaman belanda : Radio siaran yang
pertama kali di Indonesia ialah Bataviase Radio Vereniging di Batavia (Jakarta
Tempo Dulu).
2.
Zaman Jepang : Ketika belada
menyerah pada Jepang tanggal 8 Maret 1942, radio siaran yang tadinya berstatus
perkumpulan swasta dinonaktifkan dan diurus oleh jawatan khusus bernama Hoso
Kanri Kyoku, yang merupakan pusat radio siaran yang berkedudukan di Jakarta,
serta mempunyai cabang-cabang yang dinamakan Hoso Kyoku di Bandung, Purwakarta,
Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya dan Malang.
3.
Zaman Kemerdekaan : Proklamasi
kemerdekaan oleh bung karno dan bung hatta tidak dapat disiarkan oleh radio
karena masih dikuasai oleh jeppang.
4.
Zaman Orde Baru : Sampai akhir tahun
1966 adalah satu-satunya radio siaran di Indonesia yang dikuasai dan dimiliki
oleh pemerintah.
5.
Zaman Reformasi : Bila pada zaman
orde baru ada sebuah keharusan radio swasta merelai warta berita dai RRI, di
era reformasi tidak terjadi lagi.
Catatan penting untuk media elektronik saat ini, regulasi
terhadap media tersebut tidak bertumpu pada pemerintahan saja melainkan kepada
masyarakat melalui dibentuknya komite penyiaran Indonesia (KPI). Tugas KPI
adalah :
-
Menata Infrastruktur penyiaran
dengan mengeluarkan izin penyelenggaraan penyiaran.
-
Melayani pengaduan asyarakat dalam
bidang penyiaran dengan mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar
Program Siaran (P3SPS).
-
Lembaga-lembaga siaran yang dilayani
oleh KPI adalah lembaga siaran swasta, lembaga siaran publik, lembaga siaran
berlangganan, dan lembaga siaran komunitas.
ü Radio Siaran Sebagai The Fifth Estate
Radio dianggap kekuatan kelima. Faktor-faktor yang
memengaruhi kekuatannya adalah:
-
Daya Langsung : Radio siaran
berkaitan dengan proses penyusunan dan penyampaian pesan pada pendengarnya yang
relatif cepat
-
Daya Tembus : Melalui benda kecil
yang dnamanya radio siaran, kita dapat mendengarkan siaran berita dari BBC di
London, atau ABC di Australia.
-
Daya Tarik : Disebabkan sifatnya
yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yakni musik, kata-ata dan
efek suara.
ü Karakteristik Radio Siaran
a.
Auditori : untuk didengar
b.
Radio is the Now : ditinjau dari
nilai aktualitas berita, mestinya radio siaran dibandingkan dengan media massa
lainnya adalah yang paling aktual.
c.
Imajinatif : Karena hanya indra
pendengaran yang digunakan oleh khalayak, dan pesannya pun selintas, maka radio
siaran dapat mengajak kounikannya untuk berimajinasi.
d.
Akrab : Sifat radio siaran yang
lainnya adalah akrab atau intim.
e.
Gaya Percakapan : ”keep it simpe,
short, adn conversational”
f.
Menjaga Mobilitas : Kita jarang
mendengarkan acara radio siaran dengan cara duduk dan mendekatjan telinga pada
pesawat radio.
isinya bagus tapi masih perlu penjelasan supaya lebih lengkap....
BalasHapusiya trimakasih mbk,, nnti akan saya prbaiki lagii..."
BalasHapus