Selasa, 04 Juni 2013

timbun bensin, mobil jimny diamankan polisi


Timbun Bensin, Mobil Jimny Diamankan Polisi

KOTA MANNA – Kelangkahan bahan bakar bensin dan mahalnya penjualan bensin di eceran, banyak di manfaatkan oleh para pedagang bensin yang ingin meraup keuntungan. Berbagai macam cara dilakukan untuk mendapat bensin yang dijual di SPBU, kemudian di jual kembali di eceran.
Salah satunya Ra(28) warga jalan BLK kelurahan Kota Medan, ia sering mengantri BBM jenis premium secara berulang-ulang untuk di jual kembali di eceran. Bahakan ia memmodifikasi tangki bahan bakar mobilnya menjadi bermuatan 100 liter bensin, yang ia taruh di bagian belakang mobil.
Naasnya Polisi yang berjaga-jaga di SPBU tersebut mencurigai mobil yang dikendarai Ra yang mengantri secara berulang-ulang. Polisi yang mencurigai tingkah pelaku yang gelisah saat akan keluar dari SPBU, langsung mencegat pelaku dan mengecek surat menyurat kendaraan serta mengecek tangki BBM si pelaku. Selanjutnya mobil itu langsung diamankan di pos Lantas Kota Medan.
Kasat Lantas Polres BS, Iptu septa Firmansyah Amdik, mengakui kebenaran kejadian, “ia mengungkapkan diketahuinya tangki mobil itu telah dimodifikasi berdasarkan hasil pantauan pihaknya di lokasi” ujarnya. 






Panen Padi Belum Bisa Penuhi Target


MANNA – Mayoritas penduduk Kecamatan seginim Kabupaten Bengkulu Selatan, adalah seorang petani padi. Padi yang dihasilkan dari Seginim tersebut belum mampu memprogramkan panen sebanyak 3 kali dalam setahun sesuai yang di harapkan Dinas Pertanian Perkebunan.

Budaya dan tradisi berlaku di desa, satu tahun petani hanya mencanangkan 2 kali turun tanam. Menurut salah seorang petani padi, bapak Suryadi(47) mengatakan dalam satu tahun melaksanakan program tanam padi sebanyak 3 kali, artinya terlalu memaksakan keinginan dan rentan memperoleh hasil sedikit.“Jika tetap dipaksakan dalam 1 tahun 3 kali, waktu penyuburan lahan sangat singkat dan sulit untuk panen optimal,” terangnya.
Menurutnya, petani yang menunggu masa tanam tiba sesuai jadwal biasa, banyak yang alih fungsi lahan sifatnya sementara . Bukan menanam padi, melainkan menanam sayur mayur dan palawija serta pengelolaan ikan tawar. “Tidak serta merta harus menanam padi di waktu turun tanam padi, banyak potensi lain dijadikan petani sebagai sumber penghasilan,” ujarnya.
Suryadi berterimaksih dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, sudah konsisten untuk mensejahterakan para petani berbagai wilayah. Telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk kegiatan bertani, seperti handtractor, benih unggul, pupuk, racun tumbuhan dan fasilitas lainnya.”Pemberian fasilitas pemerintah itulah, kita bisa melaksanakan banyak kegiatan, semangat untuk menjadi petani handal,” tutupnya.(diel)



Bakso Bakar Menjadi Tren Kuliner Di Kota Bengkulu

            BENGKULU – Bakso bakar saat ini menjadi tern kuliner di wilayah kota Bengkulu. Khususnya di kalangan muda. Peluang ini dimanfaatkan oleh junaidi untul membuka Salah satu cabang usahanya di kawasan Jl.Kalimantan (Rawa Makmur).
            Junaidi mendirikan cabang bakso bakar sudah 3 bulan terakhir. Dengan bermodal seadanya, sekarang bakso bakar milik Junaidi sudah ramai di kunjungi para penikmat kuliner.
            Dengan harga satu porsi 10.000 atau 1500/tusuk para pengunjung sudah dapat menikmati bakso bakar yang di tawarkan. Tidak itu saja Junaidi juga menawarkan berbagai macam rasa bakso bakar seperti : Balado, Barbeqeu dan jagung bakar.(diel)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar