DISFUNGSI
MEDIA TELEVISI
Media televisi merupakan salah satu media yang saat ini notabene menjadi
sebuah media yang gemari masyarakat. Sebetulnya banyak sekali sisi positif
tentang peran serta media televisi sebagai media edukasi, namun dewasa ini
media televisi tak luput juga memiliki pengaruh negatif yang besar kepada
masyarakat kita. Pemanfaatan media televisi yang kurang maksimal menyebabkan
para kreator televisi menghilangkan estetika dan etika dalam menciptakan sebuah
program yang baik untuk khalayak publik. Alhasil, citra televisi sekarang lebih
di identikan dengan media yang membuat masyarakat menjadi kaum hedonisme dan
konsumerisme. kendati demikian, tontonan yang tidak mendidik "tidak layak
ditonton" menjadi sebuah polemik bagi regenerasi saat ini. Untuk itu, intelektualitas
serta normalitas setiap individual menjadi sebuah strategi normatif dan etis
dalam menghadapi era yang begitu runyam untuk dinetralisasikan lagi.
contoh dari Disfungsi Media Massa
a. Social Panic
Contoh artikel :
Rabu, 25/08/2010 20:25 WIB
Mie dan Tahu Berformalin Diedarkan Pedagang Bukan Pabrikan
Taufik Wijaya – detikNews
Mie dan Tahu Berformalin Diedarkan Pedagang Bukan Pabrikan
Taufik Wijaya – detikNews
Palembang – Makanan mie dan tahu yang mengandung formalin yang ditemukan di pusat jajanan buat berbuka puasa atau pasar bedug, ternyata dibuat oleh dua pedagang makanan. Kedua pedagang itu ditegur, dan apabila masih melakukannya akan dilaporkan ke polisi.
Menurut Walikota Palembang, Eddy Santana Putra, Rabu (25/08/2010), berdasarkan keterangan dari pedagang pasar bedug, tahu dan mie dibeli dari Pasar 16 Ilir dan Cinde, namun setelah dicek ke pabrik ternyata pengelola tidak menggunakan bahan membahayakan tersebut. Ternyata pedagang di kedua pasar itu yang menggunakan formalin bukan dari pedagang pasar bedug maupun pabrikan.
“Pedagang yang menjual tahu dan mie menggunakan zat pengawet dilakukan pembinaan, apabila masih melakukannya akan dilaporkan ke pihak berwajib,” katanya.
Sementara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Palembang mulai menurunkan tim gabungan terdiri dari Diperindagkop, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPOM ke pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan untuk mengecek makanan dan minuman yang diduga kedaluwarsa, tidak terdaftar dan kemasan yang rusak. Sejauh ini baru ditemukan makanan ringan yang tidak terdaftar di Menteri Kesehatan (Dinkes).
Kepala Disperindagkop Palembang, Hatta Wazol mengungkapkan, tim sudah bergerak sejak beberapa hari lalu. Namun sampai hari ini baru ditemukan makanan ringan yang ditemukan tidak terdaftar, sedangkan makanan atau minuman kedaluwarsa atau pun kemasan yang rusak.
“Kami akan terus memantau pasar supaya makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi tersebut tidak dijual dan diedarkan,” tuturnya.
(tw/anw)
Disfungsi media ini dapat menyebabkan kepanikan masyarakat pada informasi atau berita yang disebarkan oleh media. Hal ini juga bisa terjadi bila media melakukan penekanan yang berlebihan pada suatu isu yang disajikan. Misalnya isu formalin dalam contoh artile berita tersebut juga menyebabkan pengusaha atau pedagang makanan yang tidak menggunakan formalin terkena imbas pemberitaan tersebut.
b. Chilling Effect
Sebuah Pulau Es Raksasa Mengancam
Kamis, 12 Agustus 2010 | 10:01 WIB
Kamis, 12 Agustus 2010 | 10:01 WIB
STOCKHOLM, KOMPAS.com — Sebuah pulau es seluas 260 km2, lima kali luas Jakarta Pusat, yang lepas dari gletser Petermann, Greenland, melintasi Lautan Arctic, Rabu (11/8/2010). Bisa dibayangkan, apabila seluruh es Greenland mencair, bisa menaikkan permukaan air dunia 6 meter. Jakarta Utara bisa tenggelam jika permukaan laut naik 2-3 meter.
Pulau es yang sedang “berenang” di Lautan Arctic itu segera memasuki tempat terpencil yang disebut Selat Nares, sekitar 620 km selatan Kutub Utara, yang memisahkan Greenland dan Pulau Ellsemere, Kanada. Dalam skenario terburuk, bongkahan es raksasa itu bisa saja mencapai perairan yang ramai dilalui kapal di mana bongkahan es Greenland serupa pada tahun 1912 menghancurkan Titanic.
Canadian Ice Service memperkirakan, laju bongkahan es itu memakan waktu satu atau dua tahun mencapai pesisir timur Kanada. Kemungkinan juga akan pecah menjadi potongan-potongan kecil akibat menabrak gunung es dan pulau-pulau karang. Bongkahan-bongkahan itu juga akan roboh atau mencair akibat angin dan gelombang. “Tapi bongkahan hasil pecahan itu terbilang cukup besar,” kata Trudy Wohllenben.
Reuters melaporkan, peristiwa lepasnya pulau es dari gletser Petermann, Kutub Utara, ini merupakan fenomena alam terbesar dalam kurun 28 tahun. Terakhir terjadi pada tahun 1962 ketika Ward Hunt Ice Shelf, Greendland, membentuk sebuah pulau.
Para ilmuwan Amerika Serikat mengatakan, sulit mengklaim robohnya bongkahan es raksasa itu akibat pemanasan global sebab rekaman tentang air laut di sekitar gletser itu tersimpan sejak 2003. Aliran air laut di bawah gletser menjadi penyebab utama lepasnya pulau es dari Petermann, Greenland. (AP/REUTERS/CAL)
c. Narcotizing
Selasa, 28/09/2010 19:25 WIB
Tak Ada Pertanggungjawaban, OJK Dikhawatirkan jadi Super Power
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Tak Ada Pertanggungjawaban, OJK Dikhawatirkan jadi Super Power
Whery Enggo Prayogi – detikFinance
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dibentuk untuk menjalankan fungsi pengawasan perbankan, dikhawatirkan akan mempunyai kekuasaan yang tak terbatas (super power). Pasalnya dalam Rancangan Undang-Undang (RUU), OJK tidak wajib mempertanggungjawabkan programnya kepada lembaga negara manapun.
Demikian disampaikan Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat dengan pansus OJK di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
“Ke Presiden dan DPR akan hanya melaporkan saja. Ini berarti lebih berkuasa dibanding BI. Jadi RUU OJK harus dipertanggungjawabkan karena seolah-olah tidak dipertanggungjawabkan ke siapa-siapa,” paparnya.
Sebaiknya, UU OJK yang nanti disahkan DPR mengacu pada UU BI yang telah lebih dahulu terbit. “Seperti pada UU BI tahun 2004 pasal 58, BI dievaluasi triwulanan dan ada laporan tahunan. Ini akan dipertimbangkan untuk kinerja tahunan (BI). Ke siapa? Tak ada sama sekali,” ucapnya.
BI, lanjutnya, harus memperbaiki citra mereka yang dianggap lamban menangani kasus Bank Century. Dan jika ingin fungsi pengawasan perbankan ada di genggaman, buat publik simpati dengan menunjukkan kinerja yang baik.
“Yang negatif, keluarkan yang positif. Kalau DPR dan publik nilai baik, maka pengawasan tetap. Selama ini ngapain aja, hingga gagal dalam fungsinya dalam pengawasan perbankan,” paparnya. (wep/dnl)
Ketika sedang ramai – ramainya kasus Century, sepertinya membuat masyarakat tidak ingin melewatkan babak – babak baru pengungkapan kasus Century hingga selesai. Media seakan membuat massanya tidak ingin terlepas dari berita ini.
d. Passivetis
Tes Keperawanan
Apa Perlu Sekolah Khusus Perawan?
Selasa, 28 September 2010 | 18:09 WIB
Selasa, 28 September 2010 | 18:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Tes keperawanan bagi pelajar perempuan sebelum masuk sekolah dinilai tidak masuk akal dan terlalu mengada-ada. Banyak hal penting yang perlu diurus di dunia pendidikan saat ini ketimbang mengusik urusan pribadi yang satu ini.
Demikian diungkapkan Pembina Kolese Kanisius, E Baskoro Poedjinoegroho kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (28/9/2010). Menurutnya, hal ini hanya membuat urusan paling pribadi dan sensitif bagi tiap individu terusik.
“Yang akan memeriksa tes keperawananan itu siapa? Ini terlalu mengada-ada dan tidak logis,” tandas Baskoro.
Baskoro menegaskan, masih banyak hal lain di dunia pendidikan yang harus dikerjakan. Mengurus tes keperawanan ini terasa lucu sekali jika memang benar dilaksanakan.
“Lalu, jika tidak lolos tes keperawanan mau sekolah di mana? Masak nanti akan dibedakan sekolah untuk yang perawan dan tidak perawan,” lanjut Baskoro.
Adanya berita tes keperawanan ini membuat beberapa pihak peduli dan tanggap akan hal ini, misalnya Komisi Perempuan Indonesia dan pemerintah setempat yang mengadakan tes keperawanan. Namun, di sini terjadi permasalahan mengenai ketidak adilan gender yang banyak warga Indonesia yang juga tidak peduli akan hal ini. Berita ini dianggap hanya sebagai informasi saja.
udah bagus tugasnya..tp klu bisa ga usah panjang2 bcanya jd susah
BalasHapusya mas ,, kalau bagi saya pemula itu dah lebih cukup.
BalasHapusbagus mas postingnya
BalasHapusbagusss dan sudah memadai
BalasHapusall: thanks coment'a mbkk..."
BalasHapuskasih ocntoh yang lebih mudah dipahami donk...
BalasHapusmaaf sebelumnya klo masih ada yg krg paham..."
BalasHapus