Panen Padi Belum Bisa Penuhi Target
MANNA
– Mayoritas penduduk Kecamatan seginim Kabupaten
Bengkulu Selatan, adalah seorang petani padi. Padi yang dihasilkan dari Seginim
tersebut belum mampu memprogramkan panen sebanyak 3 kali dalam setahun sesuai
yang di harapkan Dinas Pertanian Perkebunan.
Budaya dan tradisi berlaku di desa, satu tahun petani
hanya mencanangkan 2 kali turun tanam. Menurut salah seorang petani padi, bapak
Suryadi(47) mengatakan dalam satu tahun melaksanakan program tanam padi
sebanyak 3 kali, artinya terlalu memaksakan keinginan dan rentan memperoleh
hasil sedikit.“Jika tetap dipaksakan dalam 1 tahun 3 kali, waktu penyuburan
lahan sangat singkat dan sulit untuk panen optimal,” terangnya.
Menurutnya, petani yang menunggu masa tanam tiba
sesuai jadwal biasa, banyak yang alih fungsi lahan sifatnya sementara . Bukan menanam padi,
melainkan menanam sayur mayur dan palawija serta pengelolaan ikan tawar. “Tidak
serta merta harus menanam padi di waktu turun tanam padi, banyak potensi lain
dijadikan petani sebagai sumber penghasilan,” ujarnya.
Suryadi berterimaksih
dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, sudah konsisten untuk
mensejahterakan para petani berbagai wilayah. Telah menyediakan berbagai
fasilitas pendukung untuk kegiatan bertani, seperti handtractor, benih unggul,
pupuk, racun tumbuhan dan fasilitas lainnya.”Pemberian fasilitas pemerintah
itulah, kita bisa melaksanakan banyak kegiatan, semangat untuk menjadi petani
handal,” tutupnya.(diel)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar