Rabu, 12 Juni 2013


BAB II
PEMBAHASAN

Komunikasi massa merupakan sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial ke arah suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, efek atau hasil yang dapat dicapai oleh komunikasi yang dilaksanakan melalui berbagai media (lisan, tulisan, visual/audio visual) perlu dikaji melalui metode tertentu yang bersifat analisis psikologis dan analisis sosial. Yang dimaksud dengan analisis psikologi adalah kekuatan sosial yang merupakan hasil kerja dan berkaitan dengan wtak serta kodrat manusia.
Donald K Robert mengungkapkan, “efek hanyalah perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa”. Oleh karena fokusnya adalah pesan, maka efek harus berkaitan dengan pesan yang disampaikan oleh media massa. Dalam proses komunikasi, pesan dalam media massa dapat menerpa seseorang baik secara langsung mapun tidak langsung. Oleh karena itu, Stamm menyatakan “efek komunikasi massa terdiri atas primary effect dan secondary effect.
Menurut Steven M Chaffee, efek media massa dapat dilihat dari tiga pendekatan. Pendekatan pertama adalah efek dari media massa yang berkaitan dengan pesan ataupun media itu sendiri. Pendekatan kedua adalah dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada diri khalayak komunikasi massa yang berupa perubahan sikap, perasaan dan perilaku atau atau dengan istilah lain dikenal sebagai observasi terhadap khalayak (individu, kelompok, organisasi, masyarakat atau bangsa) yang dikenai efek komunikasi massa.
1.   Efek Kehadiran Media Massa
            Mc Luhan mengemukakan media is the message, media adalah pesan itu sendiri. Oleh karena itu, bentuk media saja sudah mempengaruhi khalayak. Menurut Steven M. Chaffee, ada lima jenis efek kehadiran media massa sebagai benda fisik, yaitu :
a.       Efek Ekonomi, kehadiran media massa memberikan berbagai usaha produksi, distribusi, dan konsumsi jasa media massa.
b.      Efek Sosial, berkatian dengan perubahan pada struktur atau interaksi social sebagai akibar dari kehadiran media massa
c.       penjadwalan Kegiatan Sehari-hari, Kehadiran media massa membuat aktivitas sehari-hari berpangaruh terhadap adanya media. Di pagi hari, biasanya masyarakat kota membaca Koran dahulu, Di malam hari, dimana anak-anak seharusnya tidur, tapi malah menonton tv.
d.      Efek Hilangnya Perasaaan Tidak Nyaman, orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan psikologisnya dengan tujuan untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman, perasaan kesepian, marah, kesel, kecewa dan sebagainya.
e.       Efek menumbuhkan Perasaan Tertentu, terkadang seseorang akan mempunyai perasaan positif atau negative terhadap media tertentu. Misalnya orang akan mempunyai perasaan positif terhadap Koran Kompas dari pada Koran Pos Kota. Tumbuhnya perasaan senang atau percaya pada suatu media massa tertentu erat kaitannya dengna pengalaman individu bersama media massa tersebut.
2.   Efek Pesan
Dalam bagian ini akan dibahas mengenai efek pesan media massa yang meliputi efek kognitif, efek afektif, efek behavioral.
a.          Efek Kognitif
Akibat yang timbul pada diri komunikasn yang sifatnya informative bagi dirinya. Dalam efek kognitif ini akan dibahas tentang bagaimana media massa dapat membantu khalayak dalam mempelajari informasi yang bermanfaat dan mengembangkan keterampilan kognitifnya.
Dengan berlangganan Koran Pos Kota, kita akan menduga bahwa dunia ini dipenuhi denga tindakan perkosaan, penganiyaan dan criminal. Dengan melihat acara criminal di televisi, kita cenderung mengatakan bahw di sekitar kita sudah tidak aman lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa naik surat kabar maupun televise dapat menonjolkan situasi atau orang tertentu di atas situasi atau orang yang lain.
Media massa melaporkan dunia nyata secara selektif, maka sudah tentu media massa akan mempengaruhi pembentukan citra tentang lingkungan social yang timpang, bias dan tidak cermat. Media massa melaporkan dunia nyata secara selektif maka sudah tentu media massa akan mempengaruhi pembentukan citra tentang lingkungan social yang timpang, bias dan tidak cermat.
Efek Prososial Kognitif adalah bagaimana media massa memberikan manfaat yang dikehendaki oleh masyarakat. Bila televise menyebabkan kita lebih mengerti tentang bahasa Indonesia yang baik da benar, maka televisi telah menimbulkan efek prososial kognitif. Film Sesame Street yang dirancang para pendidik, psikolog dan ahli media massa. Setelah melalui berbagai penelitian, terbukti film ini telah berhasil mempermudah proses belajar.
b.         Efek Afektif
Efek ini kadarnya lebih tingga daripada efek kognitif. Tujuan dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah dan sebagainya.
Kegembiraan juga tidak dapat diukur dengan tertawa keras ketika menyaksikan adegan lucu. Tetapi para peneliti telah berhasil menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas rangsangan emosional pesan media massa. Faktor-faktor tersebut antara lain :
-          Suasana emosional, menonton sebih sinetron di televisi atau membaca novel akan dipengaruhi oleh suasana emosional kita. Adegan-adegan lucu akan menyebabkan kita tertawa terbahak-bahak bila kita menontonnya dalam keadaan senang.
-          Skema Kognitif, merupakan naskah yang ada dalam pikiran kita yang menjelaskan tentang alur peristiwa. Kita tau bahwa dalam sebuah film action ‘sang jagoan; pada akhirnya akan menang
-          Suasana Terpaan (Setting Exposure), Tayangan misteri di tv, membuat kita berpikir bahwa kehidupan mahluk itu adalah sebagaimana yang kita lihat dalam film atau sinetron tersebut.
-          Predisposisi Individual, mengacu pada karakteristik khas individu. Orang yang melankolis cenderung menanggapi trahdi lebih emosional daripada orang yang periang. Orang yang periang akan senang bila melihat adegan-adegan lucu atau film komedi daripada orang yang melankolis. Beberapa pnelitian membuktikan bahwa acra yang sama bisa ditanggapi berlainan oleh orang-orang yang berbeda.
-          Faktor Identifikasi, menunjukkan sejauhmana orang merasa terlibat dengan tokoh yang ditonjolkan dalam media massa. Dengan identifikasi, penonton, pembaca atau pendengar menempatkan dirinya dalam posisi tokoh tersebut.
c.       Efek Behavioral
Merupakan akibat yang timbul pada diri khalayak dalam bentuk prilaku, tindakan atau kegiatan. Adegan kekerasan di TV membuat orang menjadi beringas. Siaran memasak di tv membuat ibu-ibu lebih gemar memasak dan kreatif. Namun ada juga laporan bahwa, televise gagal mendorong pemirsanya untuk menabung di Bank. Film tidak sanggup memotivasi remaja perkotaan untuk menghindari pemakaian obat-obat terlarang.
Mengapa terjadi efek yang berbeda? Belajar dari media massa tidak bergantung hnaya pada unsure stimulus yang ada pada media massa saja. Kita memerlukan teori, menuut teori belajar Sosial dari bandura, orang cenderungmeniru prilaku yang diamati. Stimulus menjadi teladan untuk perilakunya. Penyajian kekerasan dalam media massa menyebabkan orang melakukan kekerasan pula. Jadi sejauh ini, tampaknya teori belajar sosial dapat diandalkan untuk menjelaskan efek behavioral media massa.

v    Dampak Sosial Media Massa
Media massa secara pasti mempengaruhi pemikiran dan tindakan khalayak. Media membentuk opini public untuk membawakannya pada perubahan yang signifian. Kampanye nasional larangan merokok di tempat-tempat umum memiliki kekuatan pada pertengahan tahun 1990-an dengan membanjirnya berita-berita tentang bahaya merokok bagi perokok pasif. Disini secara instant media massa dapat membentuk kristalisasi opini public untuk melakukan tindakan tertentu. Kadang-kadang kekuatan media massa hanya sampai pada ranah tertentu.
Dominick menyebutkan tentang dampak komunikasi massa pada pengetahuan, persepsi dan sikap orang-orang. Media massa, terutama televisis yang menjadi agen sosialiasasi (penyebaran nilai-nilai) memainkan peranan penting dalam transmisi sikap, persepsi dan kepercayaan.


Ø Komunikasi Massa yang ada di Bengkulu


a.     Bengkulu Ekspress
Harian Bengkulu Ekspress adalah surat kabar harian grup Jawa Pos di provinsi Bengkulu, Indonesia dengan segmentasi pemberitaan bisnis dan pendidikan berbahasa Indonesia yang diterbitkan sejak tahun 1999. Harian Bengkulu Ekspress diterbitkan oleh PT Media Bengkulu Ekspress yang merupakan anak perusahaan Jawa Pos di Sumatera Bagian Selatan. General Manajer Sukatno SPd, Pimpinan Perusahaan adalah M. Firdaus SP MM Pemimpin Redaksi saat ini adalah Suherdi Marabillie dan Redaktur Pelaksana M Haijir Tahwan.
Harian Bengkulu Ekspress saat ini telah menyebar ke seluruh Provinsi Bengkulu. Oplah terbesar di Kota Bengkulu. Kemudian menyebar di delapan kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.
Awalnya, koran ini berkantor di kantor milik Pemerintah Provinsi Bengkulu di Jalan Basuki Rahmat, namun saat ini berkantor di Jalan Jati No 129 Kota Bengkulu. Koran yang fokus pada berita bisnis, ekonomi, dan pendidikan ini telah memiliki gedung sendiri yang diberinama Graha Pena Bengkulu Ekspress.
Profil pembaca Bengkulu Ekspress:
  • 70,4% Pelanggan
  • 58,7% Berjenis kelamin pria
  • 59,4% Dalam usia produktif (25-44 tahun)
  • 45,5% ? Berpendidikan tinggi (54% berpendidikan Sarjana dan 13,5% Pasca Sarjana)
  • 35,9% Kalangan pengambil keputusan
  • 15,0% Bekerja di perusahaan swasta dan ritel
Edisi Elektronik
Harian Bengkulu Ekspress juga dapat diakses secara online di www.bengkuluekspress.com dengan layanan format digital edisi cetak serta breaking news. Situs www.bengkuluekspress.com diluncurkan pertama kali pada April 2007 dengan menyajikan format digital dari cetak Harian Bengkulu Ekspres. Kami kru Harian Bengkulu Ekspress dibawah Bendara Jawa Pos Group telah memiliki Graha Pena yang dibalut dengan Kaca warna Biru. Hampir dipastikan masyarakat tahu tentang Graha Pena yang letaknya tepat di persimpangan Simpang Skip Kota Bengkulu. Letak yang amat strategis ini mendorong seluruh awak Bengkulu Ekspress untuk terus berbenah ke arah lebih baik. Bagi saudara2 yang melintas di Simpang Skip untuk tidak lupa memandang kemegahan Graha Pena dan kami sangat bangga andaikan bisa mampir. Terima kasih
b.      ESA TV
stasiun tv yang paling menjadi favorit memang adalah tv lokal. Entah itu BTV (Bengkulu TV), ESA TV, RBTV (Rakyat Bengkulu TV), ataupun TVRI Bengkulu. Bukannya apa, melihat daerah sendiri muncul dalam layar kaca adalah satu hal yang menarik untuk ditonton. Dan mungkin sedikit naif, kalaupun salah satu dari tv lokal itu sedang liputan di daerah tertentu berharap kita muncul di layar kaca.
Jika anda yang berada di daerah kota Bengkulu pasti sudah tidak asing dengan tv lokal yang satu ini. Mengudara hampir 1 tahun di wilayah Bengkulu namun sudah mendapat hati di para penontonnya. Saya rasa tidak berlebihan saya berikan pujian ini. Disaat tv lokal lainnya yang menjadikan berita berbau “pemerintah daerah” sebagai komoditas penjualan. ESA TV mempunyai program yang unik dan kreatif untuk ukuran tv lokal. Kalau boleh di mirip-miripkan tayangan di ESA TV lebih mengarah ke TRANS Corp. Di mana acara reportase yang up to date mengenai wisata lokal Bengkulu maupun wisata luar Bengkulu menjadi tontonan yang menarik.
Sebagai TV berjaringan, ESA TV merupakan TV afiliasi bersama Fu Jian TV, yaitu TV Lokal di Propinsi Fu Jian, Cina, yang menghadirkan ragam program menarik dan diharapkan menjadi jembatan transformasi 2 kebudayaan, Indonesia dan Cina.Sebagai TV berjaringan, ESA TV merupakan TV afiliasi bersama Fu Jian TV, yaitu TV Lokal di Propinsi Fu Jian, Cina, yang menghadirkan ragam program menarik dan diharapkan menjadi jembatan transformasi 2 kebudayaan, Indonesia dan Cina
Dengan target segmentasi penonton All people dan 15-50 tahun, ESA TV mencoba menghadirkan ragam pilihan tayangan televisi bermutu, informatif, edukatif, serta menghibur pemirsa. ESA TV mengudara di wilayah kota Bengkulu di Awal Januari 2011. Berikutnya, ESA TV segera akan mengudara melalui satellite dan tv kabel untuk mengakomodir viewers di Cina dan seluruh Asia Tenggara.
ESA TV mengudara di Kota Bengkulu melalui channel / frekuensi 32 UHF dan dapat juga diakses di kota lainnya hingga ke 185 negara secara streaming melalui mivo.tv. Berikut ini beberapa program ESA TV : Bingkai wisata, cemail cemil, potret nusantara, jurnal flash dan lainnya.
            Kominkasi massa yang saya sebutkan di atas tadi merupakan beberapa komunikasi massa yang ada di Bengkulu yang mulai berkembang dan meluas di daerah Bengkulu ini. Masih banyak lagi media massa atau komunikasi massa yang ada di Bengkulu ini misalnya Bengkulu TV, Radio-radio dan media cetak lainnya . perkembangannya pun cukup cepat meluas dan sangat di manfaatkan oleh masyarakat Bengkulu sendiri. Mereka mencari hiburan dan informasi mengenai kehidupan diluar melalui media cetak maupun elektronik.
c.      Radar Bengkulu
Radar Bengkulu adalah Surat Kabar Harian (SKH) yang berpusat di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Radar Bengkulu merupakan salah satu harian dengan oplah terbesar di Kota Bengkulu. Sirkulasi Radar Bengkulu menyebar di beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu, antara lain Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong dan Seluma.
Radar Bengkulu didirikan oleh PT. Wahana Semesta Radar Kota Bengkulu melalui Rakyat Bengkulu Media Group (Jawa Pos Group) dan terbit perdana pada 28 Februari 2010. Sejak pertama kali terbit Radar Bengkulu hanya memiliki oplah sekitar 1000 eksemplar saja. Namun, waktu itu Radar Bengkulu adalah satu-satunya surat kabar di Bengkulu yang berani menggiring perkara dugaan korupsi Gubernur Bengkulu saat itu Agusrin M Najamudin ke meja hukum, sehingga kehadiran Radar Bengkulu disambut baik kalangan akdemis dan mahasiswa di Kota Bengkulu.
Saat ini, Radar Bengkulu telah menyebar menjadi koran dengan sebaran yang lebih luas, tidak hanya beredar di Kota Bengkulu, namun ke beberapa kabupaten di Provinsi Bengkulu. Radar Bengkulu juga merupakan koran dengan pembaca online terbesar di Provinsi Bengkulu yang memiliki penggemar Facebook lebih dari 4.500.
d.    Radio
Media massa dapat dibedakan kedalam media elektronik seperti : Radio, TV, Film dan media cetak seperti : Surat kabar, Majalah, Pamflet, Buku dan lain-lain. Radio sebagai salah satu media massa memiliki karakteristik cepat dalam menyampaikan pesan, luas jangkauannya dalam arti tidak mengenal medan, tidak terikat waktu, ringan dan dapat dibawa kemanapun, murah dan tidak memerlukan banyak konsentrasi karena radio hanya untuk didengarkan.
Menurut Peraturan Pemerintah No : 55 tahun 1977 , Radio Siaran adalah pemancar radio yang langsung ditujukan kepada umum dalam bentuk suara dan mempergunakan gelombang radio sebagai media. (Effendy, 1983:187) Ciri khas berita radio selain menyajikan uraian fakta dan pendapat yang disampaikan reporter, juga terselip pendapat yang diucapkan sendiri oleh narasumber. Dengan demikian, reporter radio dan penyusun naskah berita radio dituntut memiliki keterampilan di dalam mengkombinasikan uraian fakta, uraian pendapat, dan pendapat narasumber yang berhasil direkam. Pendapat narasumber ini tidak perlu seluruhnya dimasukkan, tetapi dipilih secara tepat, khususnya yang ada relevansi dengan alur topik bahasan.
Media massa dapat dibedakan kedalam media elektronik seperti : Radio, TV, Film dan media cetak seperti : Surat kabar, Majalah, Pamflet, Buku dan lain-lain. Radio sebagai salah satu media massa memiliki karakteristik cepat dalam menyampaikan pesan, luas jangkauannya dalam arti tidak mengenal medan, tidak terikat waktu, ringan dan dapat dibawa kemanapun, murah dan tidak memerlukan banyak konsentrasi karena radio hanya untuk didengarkan.

ü  Radio Siaran
Keunggulan radio siaran adalah berada dimana saja. Radio mempunyai kemampuan menjual bagi pengiklan yang produknya dirancang khusus untuk khalayak tertentu.

-          Radio Siaran di Indonesia

1.      Zaman belanda : Radio siaran yang pertama kali di Indonesia ialah Bataviase Radio Vereniging di Batavia (Jakarta Tempo Dulu).
2.      Zaman Jepang : Ketika belada menyerah pada Jepang tanggal 8 Maret 1942, radio siaran yang tadinya berstatus perkumpulan swasta dinonaktifkan dan diurus oleh jawatan khusus bernama Hoso Kanri Kyoku, yang merupakan pusat radio siaran yang berkedudukan di Jakarta, serta mempunyai cabang-cabang yang dinamakan Hoso Kyoku di Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya dan Malang.
3.      Zaman Kemerdekaan : Proklamasi kemerdekaan oleh bung karno dan bung hatta tidak dapat disiarkan oleh radio karena masih dikuasai oleh jeppang.
4.      Zaman Orde Baru : Sampai akhir tahun 1966 adalah satu-satunya radio siaran di Indonesia yang dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah.
5.      Zaman Reformasi : Bila pada zaman orde baru ada sebuah keharusan radio swasta merelai warta berita dai RRI, di era reformasi tidak terjadi lagi.

Catatan penting untuk media elektronik saat ini, regulasi terhadap media tersebut tidak bertumpu pada pemerintahan saja melainkan kepada masyarakat melalui dibentuknya komite penyiaran Indonesia (KPI). Tugas KPI adalah :
-          Menata Infrastruktur penyiaran dengan mengeluarkan izin penyelenggaraan penyiaran.
-          Melayani pengaduan asyarakat dalam bidang penyiaran dengan mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
-          Lembaga-lembaga siaran yang dilayani oleh KPI adalah lembaga siaran swasta, lembaga siaran publik, lembaga siaran berlangganan, dan lembaga siaran komunitas.


ü  Radio Siaran Sebagai The Fifth Estate
Radio dianggap kekuatan kelima. Faktor-faktor yang memengaruhi kekuatannya adalah:
-          Daya Langsung : Radio siaran berkaitan dengan proses penyusunan dan penyampaian pesan pada pendengarnya yang relatif cepat
-          Daya Tembus : Melalui benda kecil yang dnamanya radio siaran, kita dapat mendengarkan siaran berita dari BBC di London, atau ABC di Australia.
-          Daya Tarik : Disebabkan sifatnya yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yakni musik, kata-ata dan efek suara.

ü  Karakteristik Radio Siaran
a.       Auditori : untuk didengar
b.      Radio is the Now : ditinjau dari nilai aktualitas berita, mestinya radio siaran dibandingkan dengan media massa lainnya adalah yang paling aktual.
c.       Imajinatif : Karena hanya indra pendengaran yang digunakan oleh khalayak, dan pesannya pun selintas, maka radio siaran dapat mengajak kounikannya untuk berimajinasi.
d.      Akrab : Sifat radio siaran yang lainnya adalah akrab atau intim.
e.       Gaya Percakapan : ”keep it simpe, short, adn conversational”
f.       Menjaga Mobilitas : Kita jarang mendengarkan acara radio siaran dengan cara duduk dan mendekatjan telinga pada pesawat radio.











2 komentar:

  1. isinya bagus tapi masih perlu penjelasan supaya lebih lengkap....

    BalasHapus
  2. iya trimakasih mbk,, nnti akan saya prbaiki lagii..."

    BalasHapus